Berita


PNM Cabang Manado Perluas Pasar Mikro

MANADO – Lembaga keuangan nonbank milik negara khusus bagi pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM  melalui Cabang Manado pada tahun ini akan menggenjot pasar mikro di wilayah Indonesia Timur. Hal ini dilakukan dengan menambah jaringan unit layanann baru di Manado dan Gorontalo, Sualawesi.

Pemimpin PNM Cabang Manado, Yusril Ardiansyah mengatakan sejak awal tahun ini pihaknya membuka empat kantor unit ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro). Ini terdiri dari dua unit di Manado, yaitu ULaMM Langowan dan ULaMM Inobonto dan dua unit di Gorontalo yakni ULaMM Popayato dan ULaMM Tilamuta.

“Penambahan kantor ini akan memperluas cakupan layanan kami ke sektor usaha mikro. Potensi usaha mikro masih sangat besar, khususnya di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Khusus di Langowan potensi sektor perdagangan juga terus tumbuh,” ujarnya di sela acara Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) di Manado, Sabtu (23/3).

Dengan tambahan unit baru tersebut, PNM Cabang Manado memiliki total 2 kantor klaster dan 16 ULaMM. Pada 2012, PNM cabang Manado membawahi klaster Manado dan Gorontalo.

Klaster Manado terdiri dari ULaMM Mobagu, Tomohon, Amurang, Bitung, Ternate Syariah, Wanea, Langowan dan Inobonto. Sementara Klaster Gorontalo membawahi ULaMM Gorontalo Kota, Gorontalo Telaga, Limboto, Marisa, Kwandang, Paguyaman, Popayato, dan Tilamuta.

“Dengan bertambahnya unit baru ini kami optimistis akan mencatat pertumbuhan kinerja yang lebih baik pada tahun ini dibanding tahun lalu,” tuturnya.

Mulai beroperasi pada 2012, PNM Cabang Manado berhasil memberikan penyaluran pembiayaan sebesar Rp56,2 miliar kepada 1.651 nasabah dengan tingkat pembiayaan bermasalah atau non performing loan (NPL) yang rendah sebesar 1,96 persen.

Menurut Yusril, kinerja tersebut membuktikan potensi bisnis UMK di Manado dan Gorontalo cukup menjanjikan. “Prospek bisnis UMK di wilayah ini menjanjikan untuk digarap ke depannya.”

Sementara itu, Arief Mulyadi, Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha mengatakan untuk membantu bisnis pembiayaan di Manado pihaknya memberikan program capacity building melalui pelatihan dan pendampingan usaha kepada para nasabah UMK. Sehingga, para nasabah UMK bisa menciptakan nilai tambah dan daya saing bagi bisnisnya.

Dengan adanya pelatihan ini  diharapkan para nasabah juga bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

“Hari ini kami kembali melakukan kegiatan PKU di Cabang Manado bagi para nasabah dari ULaMM Tomohon, Amurang, Bitung, dan Wanea untuk memberikan nilai tambah bagi bekal kemajuan bisnis mereka,” ujarnya.

Arief mengatakan, program pelatihan nasabah ini merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan bagi pemberdayaan UMKM. “Ini menjadi keunggulan PNM dibandingkan pelaku bisnis pembiayaan mikro lainnya,” lanjutnya.

Sepanjang tahun 2012, PNM telah memberikan pelatihan sebanyak 132 kali kepada 7.425 UMK di 27 provinsi di Indonesia.  Selain melaksanakan program regular, PNM pun melakukan program pendampingan usaha berbasis klasterisasi industri UMK.

Beberapa program PKU Klasterisasi sebelumnya telah dilakukan seperti Sentra Keripik Nenas di Pekanbaru, Sentra Gula Semut di Pontianak, Sentra Rempeyek Pelemadu di Bantul, Yogyakarta, Sentra Keripik Singkong di Solear, Tangerang, Sentra Pengrajin Keset Kain Limbah di Kecamatan Pringapus, Semarang, serta klaster/kelompok Gula Kelapa di Pacitan, Jawa Timur.


0 Komentar


Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


*masukan kode yang tertulis diatas